Humas MTsN 2 Kota Makassar — Semangat berprestasi, sportivitas, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan mewarnai Pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kota Makassar Tahun 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al Imam Ashim Makassar, Ahad (6/9/2026).

OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut menjadi semangat bagi seluruh peserta untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat berinovasi.
Kegiatan OMI Tingkat Kota Makassar Tahun 2026 diikuti sekitar 900 peserta didik dari tiga jenjang madrasah, yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Makassar. MTsN 2 Kota Makassar turut berpartisipasi dengan mengikutsertakan peserta didik terbaiknya dalam ajang kompetisi tersebut.
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri PPTQ Al Imam Ashim Makassar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia OMI Tingkat Kota Makassar Tahun 2026, Saharuddin, terkait persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Selanjutnya, Pimpinan PPTQ Al Imam Ashim Makassar, KH. Syam Amir Yunus, S.Q., menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir.
Pembukaan OMI turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan H. Aminuddin, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan H. Wahyuddin Hakim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Muhammad, para Kepala Madrasah Negeri dan Swasta se-Kota Makassar, serta para guru pendamping. Dari MTsN 2 Kota Makassar, turut hadir Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, serta guru pendamping yang mendampingi peserta didik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan OMI 2026.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter peserta didik.
Ia menyampaikan bahwa akhlak, ekoteologi, dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan bagian penting yang dapat menjadi landasan dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang utama adalah akhlak. Ekoteologi dan KBC adalah konsep yang bisa digunakan dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat. Murid tidak hanya diisi otaknya, tetapi juga hatinya.”
Pesan tersebut sejalan dengan semangat OMI 2026 yang memadukan nilai-nilai Islam, sains, dan ekoteologi. Kompetisi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan talenta, membangun karakter, menggerakkan inovasi, dan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala MTsN 2 Kota Makassar, Kamaluddin, menyampaikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan peserta didik dalam OMI 2026.
Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang kompetisi seperti OMI merupakan kesempatan penting bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, memperoleh pengalaman, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus belajar berkompetisi secara sehat dan sportif.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik terbaik MTsN 2 Kota Makassar untuk berpartisipasi dalam kompetisi serta memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
“OMI bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman, mengembangkan talenta, membangun karakter, dan belajar menjunjung tinggi sportivitas. Kami memberikan dukungan penuh kepada seluruh peserta MTsN 2 Kota Makassar.”
Kamaluddin berharap seluruh peserta yang mewakili MTsN 2 Kota Makassar dapat memberikan kemampuan terbaik dan meraih prestasi pada OMI Tingkat Kota Makassar.
Ia juga berharap para peserta yang berhasil meraih prestasi di tingkat kota dapat melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Sulawesi Selatan hingga tingkat nasional.
Puncak acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, sebagai tanda resmi dimulainya OMI Tingkat Kota Makassar Tahun 2026.
Dentangan gong tersebut menjadi simbol dimulainya perjuangan ratusan peserta didik dari berbagai madrasah di Kota Makassar untuk menunjukkan talenta, kemampuan, dan prestasi terbaik mereka.
Bagi MTsN 2 Kota Makassar, keikutsertaan dalam OMI 2026 bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi. Ajang ini menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan budaya berprestasi yang tetap berlandaskan akhlak dan sportivitas.
Dengan semangat “Islam, Sains dan Ekoteologi”, MTsN 2 Kota Makassar siap mengantarkan peserta didiknya untuk berkompetisi dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik.






