Humasmtsn2- MTsN 2 Kota Makassar menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama dengan mengusung tema “Membangun Harmoni dalam Keberagaman: Aktualisasi Moderasi Beragama” pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Guru MTsN 2 Kota Makassar ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman sekaligus implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam lingkungan madrasah.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, yang juga hadir sebagai narasumber utama. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Makassar, A. Ahmad Ali Inani, serta Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kota Makassar, Saharuddin, yang memberikan dukungan terhadap upaya penguatan moderasi beragama di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, H. Muhammad menegaskan bahwa moderasi beragama tidak boleh berhenti pada tataran konsep semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
“Moderasi beragama harus menjadi karakter yang hidup dalam keseharian. Nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan hidup berdampingan harus terus diaktualisasikan sehingga mampu memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi umat,” ungkapnya.
Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, H. Abdul Rafik, yang membawakan materi mengenai peran strategis guru sebagai role model dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan di lingkungan madrasah. Menurutnya, guru bukan hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter peserta didik melalui sikap, perilaku, dan keteladanan sehari-hari.

Suasana pelatihan semakin hidup saat sesi yang dibawakan oleh Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Makassar, A. Ali Imran Shadiq. Dengan metode penyampaian yang interaktif, beliau mengajak peserta memahami esensi moderasi beragama melalui berbagai permainan (games) dan aktivitas kolaboratif yang mengundang antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
Melalui berbagai simulasi tersebut, peserta diajak merefleksikan pentingnya mengedepankan sikap saling menghargai, bekerja sama, serta mengesampingkan ego pribadi dalam menyelesaikan persoalan. Pendekatan yang menyenangkan namun sarat makna ini membuat materi moderasi beragama lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan pendidikan.




Kepala MTsN 2 Kota Makassar, Kamaluddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber atas ilmu dan inspirasi yang telah dibagikan. Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya madrasah yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, sehingga tercipta lingkungan belajar yang damai, inklusif, dan penuh semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang tidak hanya meningkatkan profesionalisme, tetapi juga memperkuat karakter serta budaya moderasi beragama sebagai fondasi dalam mewujudkan madrasah yang harmonis, unggul, dan berdaya saing. Kehadiran para pejabat Kementerian Agama di tingkat kota maupun kabupaten menjadi bentuk sinergi dan dukungan nyata dalam memperkuat implementasi moderasi beragama di madrasah sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi bangsa.







